
Foto: Menteri Dalam Negeri Jenderal Pol Purn Tito Karnavian menyampaikan pidato kata sambutan acara Musrenbang/RKPD Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Rabu (22/4/2026) di Hotel Santika Dyandra Medan.
Medan (Mataseber)
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sumatera Utara Tahun 2027 yang dilaksanakan hari Rabu (22/4/2026) di Hotel Santika Dyandra Medan

Foto: Menteri Dalam Negeri Jenderal Pol Purn Tito Karnavian, Bobby Afif Nasution Gubernur Sumut, Wakil Gubernur Sumut Surya, Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti, Bupati/Walikota se-Sumatera Utara, Sejumlah anggota DPR RI , Pimpinan OPD se-Sumut, dan sejumlah Kepala Dinas/Badan dari Kabupaten dan Kota hadir kegiatan Musrenbang/RKPD Pemerintah Provinsi Sumut.
Dalam pantauan Tim Media Mataseber, Musrenbang tersebut dihadiri sejumlah pejabat pusat dan daerah, diantaranya:
Menteri Dalam Negeri RI: Jenderal Pol Purn Tito Karnavian, Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, Unsur Forkopimda Provinsi Sumatera Utara,

Hadir juga anggota DPR RI, diantaranya Marwan Dasopang, Ketua Komisi VIII , Husni anggota Komisi VIII DPR RI, Ade Jona Prasetyo anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Dewan Penyantun GEKRAFS
Serta Bupati/Walikota se-Sumatera Utara hadir dalam Musrenbang Sumatera Utara (Sumut) diantaranya,
Bupati Deli Serdang dr H. Asri Ludin Tambunan, Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya, Wakil Bupati Mandailing Natal Atika Azmi Utammi Nasution, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Sumut, dan sejumlah Kepala Dinas/Badan dari Kabupaten dan Kota

Dalam pidato kata sambutan Menteri Dalam Negeri Jenderal Pol Purn Tito Karnavian menyampaikan, menekankan pentingnya perencanaan yang matang dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Perencanaan yang berkualitas dinilai menjadi kunci untuk mendorong perubahan yang signifikan. ujarnya
.
Musrenbang tidak boleh dipandang sebagai agenda rutin semata (business as usual). Sebaliknya, forum tersebut harus menjadi fondasi awal dalam menyusun arah pembangunan daerah yang terarah dan berdampak. ucap Tito Karnavian Menteri Dalam Negeri

Perencanaan yang baik harus disusun dengan mendengarkan aspirasi dari bawah. Pemerintah provinsi perlu menyerap usulan, keinginan, dan harapan pada tingkat kabupaten/kota. Selain itu, provinsi tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari sistem pemerintahan nasional. Oleh karena itu, selain menerima masukan secara bottom-up dari tingkat kabupaten/kota, provinsi juga harus menyelaraskannya dengan program pemerintah pusat. tambahnya
.
Visi dan misi kepala daerah menjadi ciri kepemimpinan yang kuat. Kepala daerah dituntut memiliki arah yang jelas terkait pembangunan daerah yang dituangkan dalam peta jalan. Dalam konteks tersebut, saya menekankan bahwa kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh kewenangan, tetapi juga oleh kekuatan konsep yang dimiliki.
.
Tujuan Musrenbang adalah menyusun rencana kegiatan secara konkret dan terukur melalui musyawarah untuk mencapai kesepakatan program prioritas. Semakin detail perencanaan yang disusun akan semakin baik, karena pemahaman yang lebih mendalam terhadap masalah akan membantu dalam merumuskan strategi yang tepat. pungkasnya

Foto: Bupati Deli Serdang dr H. Asri Ludin Tambunan menerima penghargaan dari Menteri Dalam Negeri Jenderal Pol Purn Tito Karnavian.
Bupati Deli Serdang dr Asri Ludin Tambunan salah satu dari 8 Kepala Daerah yang menerima penghargaan atas kontribusi serupa dalam dukungan antar daerah untuk penanganan bencana dari Menteri Dalam Negeri Jenderal Pol Purn Tito Karnavian

Foto: Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution memberikan pidato kata sambutannya di kegiatan Musrenbang/RKPD Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Bobby Afif Nasution Gubernur Sumut menyampaikan dalam pidato sambutannya mengatakan, Menekankan bahwa tahun 2027 adalah titik krusial untuk memastikan keberlanjutan program prioritas dan percepatan pemulihan pascabencana
Berikut poin-poin utama nya adalah:
*Fokus utama pembangunan 2027: Akselerasi pertumbuhan berkualitas, Peningkatan produktifitas, Peningkatan investasi, Industrialisasi berbasis potensi daerah, pemulihan bencana
*Program Kesehatan dan Pendidikan: Sekolah Gratis direncanakan mulai Juli 2026 untuk daerah terdampak bencana termasuk penghapusan iuran komite, Memperkuat penempatan tenaga medis (dokter spesialis) ke berbagai daerah
*Pemerataan dan Kesenjangan Wilayah: Ketimpangan pembangunan antara kota besar seperti Medan dengan Wilayah tertinggal seperti Kepulauan Nias (Mengurangi Gap)
Ketergantungan anggaran daerah terhadap pusat, seperti kabupaten Batu Bara yang masih mencapai 70 %, ungkap Bobby Afif Nasution Gubernur Sumut
Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution mengapresiasi pemerintah pusat serta mengucapkan terima kasih kepada Menteri Dalam Negeri Jenderal Pol Purn Tito Karnavian atas kenaikan dan rehabilitasi bencana Sumut 23 Terliun
Serta menekankan pentingnya penyelarasan sinkronisasi antara kebijakan pusat, provinsi dan kabupaten/kota.
Reporter: Tim/Repi s