
Foto: Putri Zulkifli Hasan Wakil Ketua Komisi XII DPR RI.
Jakarta (Mataseber)
Terkait Pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI) Bahlil Lahadalia tentang stok bahan bakar minyak (BBM) nasional yang disebut hanya cukup sekitar 21 hari memicu reaksi dari berbagai pihak.

Foto: Bahlil Lahadalia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM RI).
Menanggapi hal itu, Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI ) berencana memanggil Bahlil untuk memberikan penjelasan secara langsung.
Pemanggilan tersebut rencananya dilakukan setelah masa reses DPR RI berakhir. Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Putri Zulkifli Hasan, mengatakan. pembahasan mengenai ketahanan energi nasional akan segera diagendakan dalam masa sidang berikutnya.
Putri Zulkifli Hasan juga menjelaskan, isu mengenai ketersediaan stok BBM yang hanya bertahan sekitar 21 hingga 25 hari memang telah menjadi perhatian di kalangan legislatif. Pemerintah pun sedang menyiapkan langkah untuk memperkuat ketahanan energi, salah satunya dengan menambah kapasitas penyimpanan BBM di dalam negeri.
Saat ini kapasitas penyimpanan BBM nasional memang masih terbatas, sehingga pemerintah berencana membangun fasilitas penyimpanan baru dengan kapasitas lebih besar. Salah satu lokasi yang sedang dipertimbangkan untuk pembangunan tersebut berada di wilayah Pulau Sumatera. Ucap Putri Zulkifli Hasan Wakil Ketua Komisi XII DPR RI. Kamis (5/3/2026)
Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat sistem ketahanan energi nasional agar Indonesia dapat memiliki cadangan energi yang lebih memadai di masa depan. Pungkasnya
Sementara itu, pihak Pertamina melalui anak usahanya Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa pasokan BBM nasional saat ini tetap dalam kondisi aman dan terkendali.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menjelaskan bahwa stok sekitar 21 hari yang beredar di publik merupakan stok operasional yang memang biasa dikelola dalam sistem logistik energi nasional.
Menurutnya, jumlah tersebut bersifat dinamis karena pasokan BBM terus diperbarui melalui produksi kilang domestik maupun impor yang telah direncanakan sebelumnya. Dengan sistem pengisian ulang tersebut, masyarakat diminta tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM di dalam negeri.
Reporter: Repi s/Tim