Foto: Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memberikan penjelasan kepada Wartawan terkait sulitnya BBM di sejumlah SPBU yang ada di wilayah Sumatera Utara di kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan. Selasa (14/7/2026)

Medan (Mataseber)

Stok bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Utara (Sumut) dalam kondisi aman. Kelangkaan yang terjadi di sejumlah SPBU yang ada di wilayah Sumatera Utara bukan disebabkan kekurangan pasokan, melainkan terganggunya distribusi akibat berkurangnya pengemudi truk pengangkut BBM.

Terkait sulitnya BBM di sejumlah SPBU yang ada di wilayah Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) menjelaskan kepada wartawan usai mengikuti rapat koordinasi terkait distribusi BBM di Kantor Gubernur Sumut, Jalan P. Diponegoro, Medan, Selasa (14/7/2026).

Menurut Bobby, berdasarkan penjelasan yang diterimanya dari Pertamina, persoalan utama saat ini berada pada distribusi BBM dari depot ke SPBU.

“Tadi disampaikan Pertamina, sebenarnya bukan BBM-nya yang langka. Yang menjadi kendala adalah distribusinya karena pengemudi truk pengangkut BBM berkurang. Informasi yang kami terima terjadi pemberhentian massal sehingga armada pengangkut tidak bisa beroperasi secara normal,” ucap Bobby Afif Nasution Gubernur Sumut

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumut telah berkoordinasi dengan Pertamina, TNI dan Polri guna memastikan distribusi BBM kembali berjalan normal. tambahnya

Gubernur Bobby Afif Nasution juga mengatakan pihaknya meminta personel TNI dan Polri disiapkan untuk membantu proses distribusi, baik sebagai pengemudi maupun pengamanan armada pengangkut BBM apabila dibutuhkan.

“Mulai malam ini kami minta tim dari TNI dan Polri siap. Tinggal menunggu kebutuhan yang disampaikan Pertamina, berapa jumlah personel yang diperlukan untuk membantu distribusi,” katanya

Bobby menegaskan Pemprov Sumut siap memberikan dukungan penuh agar gangguan distribusi tidak berlarut-larut dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun roda perekonomian.

Meski demikian, Bobby menyebut persoalan terkait perekrutan maupun pemberhentian pengemudi merupakan urusan internal perusahaan yang menjadi kewenangan Pertamina.

“Soal perekrutan atau pemberhentian pengemudi itu ranah internal mereka. Yang terpenting bagi kami, jangan sampai persoalan internal tersebut berdampak kepada masyarakat Sumatera Utara,” ucapnya

Bobby juga menyayangkan tidak adanya informasi lebih awal terkait potensi gangguan distribusi BBM. Menurutnya, jika pemerintah daerah diberi informasi sejak awal, langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat.

“Kalau ada persoalan operasional seperti ini seharusnya disampaikan lebih awal kepada pemerintah daerah. Kalau memang ada yang bisa kami bantu, tentu akan kami bantu sejak awal,” ujarnya

Terkait pasokan BBM, Bobby Afif Nasution memastikan stok yang tersedia tetap mencukupi kebutuhan masyarakat. Bahkan, pasokan dari luar daerah tetap berjalan sebagaimana mestinya.

“Stok aman. Pasokan juga tetap berjalan. Jadi persoalannya bukan pada ketersediaan BBM, tetapi pada distribusinya,” ungkap Bobby.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Sumut bersama Pertamina, TNI dan Polri masih terus berkoordinasi untuk menghitung kebutuhan personel yang diperlukan agar distribusi BBM ke seluruh SPBU dapat segera kembali normal.

“Kami siap mendukung sesuai kebutuhan yang disampaikan Pertamina. Yang penting masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan BBM,” ucap Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution

Reporter: Tim/Repi s