
Foto: Pengadilan Negeri Pekanbaru Mengadakan Pengajian Rutin. Jum’at (16/10/2026).

PEKANBARU, (Mataseber), Pada hari Jum’at tanggal 16 Oktober 2026, Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru mengadakan kegiatan Pengajian Rutin. Acara dimulai tepat pada pukul 08.30 WIB dan berakhir pukul 10.00 WIB.

Dalam keterangan Persnya, Asraruddin Anwar ketika ditanya mengatakan bahwa Tema Pengajian ini adalah cara menghindari kebiasaan Ghibah. ucapnya
Tri Novita sebagai MC menyampaikan sebelum Acara dimulai marilah sama-sama membuka Lafadz BASSMALLAH, Kemudian MC mempersilahkan Dodi Buana utk melantunkan ayat suci Al Qur’an.
Adapun surat yg dibaca Oleh adalah Surat Al-Hujaray ayat 11 dan 12.
Kemudian dilanjutkan dengan Sari Tilawah oleh Khairunnisa Dhiavela, SH.
Selanjutnya MC mempersilahkan kepada Al-Ustadz Rasmi, S.Th.I., utk menyampaikan Tausyiahnya.
Dalam Tausyiah nya, Ustadz Rasmi mengatakan Asbabul Wurud (sebab turunnya) Surat Al-Hujurat ayat 11 : Diriwayatkan oleh Abu Jubairah Bin Dhahhak, pada masa awal kedatangan Nabi Muhammad SAW ke Madinah, bnyk Penduduk yang memiliki 2 atau lebih nama panggilan (julukan). Suatu ketika Rasulullah memanggil seseorang dengan salah satu julukan tersebut tanpa menyadari bahwa panggilan itu tidak disukai oleh yang bersangkutan. Tidak lama kemudian, Allah SWT menurunkan Surat Al-Hujurat ayat 11 untuk melarang kebiasaan saling mengejek dan memanggil dengan julukan buruk.
Selanjutnya Ustadz Rasmi jg menjelaskan bahwa Asbabul Nuzul (sebab turunnya) Surat Al-Hujurat ayat 12 berkaitan dengan peristiwa yang diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir dari Ibnu Juraji yaitu turun berkenaan dengan Salman Al-Farisi yang mana kebiasaannya setelah makan tidur mendengkur, kemudian salah seorang dari mereka menceritakan kebiasaan maka dan tidurnya Salman Al-Farisi, kemudian Allah menurunkan Surat Al-Hujurat ayat 12 dengan tujuan agar Orang2 Beriman menghindari menceritakan kejelekan orang lain walaupun itu benar karena orang yang diceritakan tersebut tidak senang ketika diceritakan, dan hal ini disebut dgn istilah Ghibah. Sedangkan jika yg diceritakan itu tidak benar, namanya Fitnah.
Pada akhir Tausyiah nya, Al-Ustadz Rasmi, S.Th.I., janganlah kita suka mengolok2 atau menjuluki orang lain tetapi gunakan panggilan yg baik.
Demikian halnya juga untuk tidak menceritakan kejelekan orang lain karena sesungguhnya yg menceritakan kejelekan orang lain sama dengan suka memakan daging saudara yang sudah mati atau memakai bangkai.
Setelah selesai Tausyiah, dilanjutkan dengan tanya jawab dan berlangsung dengan sangat antusias dan dinamis. Kemudian acara dilanjutkan dengan Pembacaan Doa yang dipimpin oleh Al Ustadz Rasmi, S.Th.I.
Acara tersebut ditutup oleh MC dgn lafaz Hamdallah dan MC mengarahkan utk foto-foto serta sarapan bersama.
Reporter: Tim/Repi s.