Foto:. Airlangga Hartarto Menteri Kordinator Bidang Perekonomian, Teddy Indra Wijaya Sekertaris Kabinet, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Investasi Rosan Roeslani Rapat Virtual. Dengan Menteri Sekertaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Tenaga Kerja Yassierli, Menteri PAN RB Rini Widiyanti dan Menteri Kordinator PMK Pratikno

Jakarta (Mataseber)

Berdasarkan keterangan Airlangga Hartarto Menteri Kordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (RI) di jepang pada saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto kunjungan kehormatan ke Kaisaran Jepang dan Perdana Menteri Jepang Selasa (31/3/2026)

Dalam rapat virtual terbatas yang dipimpin Airlangga Hartarto bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih seperti, Menteri Sekertaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Sekertaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Tenaga Kerja, Yassierli, Menteri Investasi Rosan Roeslani, Menteri PAN RB Rini Widiyanti, Menteri Kordinator PMK Pratikno

Memutuskan tanggal 1 April 2026, pemerintah dibawah Presiden Prabowo Subianto resmi menetapkan beberapa kebijakan energi strategis sebagai respons atas tingginya harga minyak dunia karena konflik di Timur Tengah

Menurut informasi yang di terima Tim Media Mataseber dalam pesan tertulis Sekertaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan tentang keputusan kebijakan pemerintah sebagai berikut

  1. Kondisi Umum:
  • Ekonomi Indonesia stabil & kuat
  • Stok BBM aman, Fiskal terjaga
  • Situasi global jadi momentum untuk penyesuaian pemakaian energi secara wajar dan bijak.
  1. WFH Nasional:
  • ASN WFH 1 hari/minggu (setiap Jumat).
  • Swasta dianjurkan mengikuti.
    Tujuan: efisiensi, digitalisasi, kurangi mobilitas.
  1. Sektor Tetap Normal:
  • Sektor layanan publik seperti kesehatan, keamanan, kebersihan, serta sektor strategis seperti industri/produksi, energi, air, bahan pokok, makanan/minuman, perdagangan, transportasi, logistik, dan keuangan tetap WFO.
  • Sekolah tetap tatap muka normal.
  1. Efisiensi Besar-Besaran:
  • Perjalanan dinas: Dalam negeri ↓ 50%, Luar negeri ↓ 70%.
  • ⁠Pembatasan penggunaan kendaraan dinas. Dorong transportasi publik.
  1. Refocusing anggaran:
  • Rp121–130 Triliun dialihkan ke program prioritas, termasuk pemulihan Sumatera.
  1. Pembelian BBM Subsidi:
  • Pakai barcode MyPertamina. Maks 50 liter/hari (non-angkutan umum).
  1. Harga BBM subsidi dan non subsidi: Tidak ada perubahan.
  2. Makan Bergizi Gratis:
  • Fokus 5 hari/minggu kecuali untuk kelompok tertentu seperti asrama, daerah 3T, dan daerah dengan tingkat stunting tinggi. Potensi efisiensi: Rp25 T.

“Sekali lagi, pemerintah mengajak seluruh masyarakat dan dunia usaha mari terus berpartisipasi dalam mendukung langkah-langkah transformasi budaya kerja ini, mari tetap tenang, mari tetap produktif. Dan apa yang disampaikan di sini sifatnya dinamis, nanti apabila ada perubahan pasti akan disampaikan oleh pemerintah secara cepat.” Tulis Teddy Indra Wijaya Sekertaris Kabinet

Reporter: Tim/Repi s