
Foto: Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas dengan Brian Yuliarto Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Menteri Sekertaris Negara RI Prasetyo Hadi, Sekertaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan sejumlah Menteri Kabinet lainnya di Istana Merdeka Jakarta.
Jakarta (Mataseber), Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas percepatan penerapan pendidikan gratis di sekolah negeri, sebagai langkah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Indonesia.
Menurut informasi yang di himpun Tim Media Online Mataseber dalam pesan tertulis Sekretariat Kabinet menyampaikan. Dalam rapat tersebut, Presiden memberikan sejumlah arahan:
- Penerapan pendidikan gratis di sekolah negeri, mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 164 ribu sekolah negeri pada jenjang tersebut di seluruh Indonesia.
- Dalam 2–4 minggu ke depan, pemerintah akan mematangkan rencana penerapan Pendidikan Tinggi Negeri bebas biaya kuliah, termasuk Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan uang pangkal.
- Sejalan dengan penguatan pendidikan nasional, pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada pondok pesantren. Melalui Perpres Nomor 18 Tahun 2026, dibentuk Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama sebagai wadah khusus yang menangani urusan pesantren.
Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memastikan setiap jalur pendidikan mendapat perhatian dan dukungan yang dibutuhkan.
Reporter: Tim/Repi s.